Peringatan untuk Erros Djarot Sebelum Hadiri Deklarasi Tolak Kriminalisasi Aktivis

by

Erros Djarot, seorang budayawan terkemuka, berbagi pengalamannya menerima pesan peringatan dari teman-temannya sebelum menghadiri acara deklarasi menolak kriminalisasi terhadap akademisi dan aktivis di Gedung Joeang, Menteng, Jakarta Pusat. Meskipun disarankan untuk tidak turut campur dalam polemik seputar dugaan pemalsuan ijazah Presiden Joko Widodo, Erros tetap teguh pada pendiriannya. Dalam sambutannya, Erros memberikan penghargaan kepada 12 orang yang terlibat dalam kasus tersebut, menganggap keberanian mereka sebagai cerminan suara rakyat yang menuntut kejujuran dan keadilan.

Selain itu, Erros juga meminta pandangan Roy Suryo, seorang pakar telematika, tentang absennya skripsi dalam proses akademik Jokowi saat kuliah. Dalam konfirmasinya, Roy menegaskan bahwa seorang mahasiswa tidak mungkin mendapatkan ijazah tanpa menyelesaikan skripsi. Erros menekankan bahwa keberadaan skripsi merupakan syarat mutlak untuk penerbitan ijazah yang sah, menegaskan bahwa tanpa skripsi, seorang mahasiswa tidak akan pernah lulus secara resmi.

Acara deklarasi ini dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pengacara yang mendukung para terlapor, sebagai bentuk protes terhadap apresiasi kritik dan kebebasan akademik di masa pemerintahan Jokowi. Erros menegaskan bahwa partisipasinya dalam acara tersebut didasari oleh keinginan untuk membela kebenaran dan keadilan, meskipun mendapat peringatan dari rekan-rekannya sebelumnya.

Source link