Dokumen Intelijen Rahasia Rusia: Kecurigaan terhadap China

by

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping terlihat sangat dekat dalam acara Hari Kemenangan di Moskow pada 9 Mei lalu. Putin menggambarkan hubungan Rusia-China sebagai kemitraan strategis yang kuat di depan publik, tetapi di dalam unit intelijen rahasia di Rusia, suasana yang berbeda terasa. Agen FSB secara terbuka menyebut China sebagai “musuh” di balik tembok markas besar mereka di Lubyanka.

Menurut laporan dari Strait Times, unit intelijen FSB telah memperingatkan bahwa China merupakan ancaman serius bagi keamanan Rusia. Mereka khawatir China semakin aktif merekrut mata-mata Rusia dan mencoba mengakses teknologi militer sensitif. Selain itu, China juga diduga melakukan mata-mata di Ukraina untuk mempelajari senjata dan taktik militer Barat serta merencanakan pengklaiman wilayah Rusia di masa depan.

Dokumen internal FSB setebal delapan halaman yang diungkap oleh The New York Times mengungkapkan kekhawatiran agen FSB terhadap ancaman spionase dari China. Meskipun Putin dan Xi terus mengutamakan hubungan erat antara kedua negara, dokumen ini memberikan pandangan yang lebih lengkap tentang bagaimana FSB memandang China dengan sangat curiga di bidang intelijen dan keamanan. Meskipun Rusia dan China terus menjalin kemitraan, kecurigaan dan kekhawatiran tetap menjadi bagian yang tersembunyi di balik persahabatan deklaratif antara kedua negara.

Source link