Ridwan Kamil dengan tegas melarang istrinya maju dalam Pemilihan Walikota Bandung: Tidak Pantas!

by -34 Views

Senin, 8 Juli 2024 – 01:02 WIB

Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil blak-blakan tidak mengizinkan istrinya, Atalia Praratya, maju dalam Pemilihan Wali Kota Bandung (Pilwakot) pada Pilkada serentak November 2024 mendatang.

Meskipun, kata Kang Emil, dalam beberapa survei menyebutkan elektabilitas Atalia teratas sekitar 40-an persen, dan jarak dengan calon nomor kedua cukup jauh di 13 persen, ia tetap tak mengizinkan istrinya maju sebagai calon Wali Kota Bandung.

“Jadi survei Pilwakot Bandung rangking satu, padahal kita enggak wara-wiri, tapi saya bilang enggak usah lah,” kata Ridwan Kamil dalam podcast Pandji Pragiwaksono bertajuk ‘Skakmat Ridwan Kamil’ dikutip Senin, 8 Juni 2024.

Kang Emil menegaskan dia dan istrinya memilih untuk berpolitik dengan nilai (red-value). Sekalipun survei Atalia tinggi, tapi dia dan istri memilih untuk merawat kepantasan dan etika dalam berpolitik.

Apalagi jika nantinya Ia juga berpeluang untuk maju sebagai calon Gubernur Jawa Barat, maka tak elok jika suami-istri sama-sama punya jabatan eksekutif, suami gubernur dan istri wali kota.

“Saya kayaknya gimana ya, saya Gubernur Jawa Barat, karena istri saya surveinya bagus jadi Wali Kota Bandung. Gimana ya bahas anggaran di kamar? Kan enggak elok. Maka per hari ini saya tidak mengizinkan opportunity besar itu diambil istri saya, karena enggak elok,” tegasnya

Kang Emil menyadari secara aturan hukum Atalia berhak mencalonkan diri sebagai Wali Kota Bandung. Atalia Praratya dari aspek akademik ia seorang doktor dan aktif berorganisasi, kader Golkar, kebetulan istrinya Ridwan Kamil.

“Saya menafsir istri saya bisa jadi Wali Kota Bandung, saya pun jadi Gubernur Jabar bisa, tapi dari value pantas kayanya enggak elok,” ungkapnya

Sayangnya, menurut Kang Emil, variabel utama dalam politik praktis hari ini yang penting menang. Kemenangan melebihi segalanya. Bahwa itu pantas atau kurang pantas, adalah dua hal yang berbeda.

“Itu kenapa saya dan istri berpolitik dengan nilai walaupun survei kami tinggi, istri saya putuskan tidak maju Pilwakot Bandung. Halaman Selanjutnya