Marsekal Zhu De – prabowo2024.net

by -36 Views

Zhu De adalah seorang pemimpin militer asal Tiongkok yang berasal dari Sichuan. Ia merupakan satu dari 15 bersaudara yang lahir di keluarga petani. Menurut cerita Zhu, ayahnya bahkan harus menenggelamkan lima saudara kandungnya karena tidak mampu memeliharanya.

Untuk keluar dari kondisi kemiskinan, Zhu diadopsi oleh seorang paman yang mendorongnya untuk masuk ke Akademi Militer di Kunming. Di sana, Zhu mencetak prestasi dan sering dipilih untuk memimpin Taruna setiap kali ada kunjungan pejabat tinggi.

Namun, Zhu juga melewati masa-masa sulit setelah lulus. Ia menggunakan bakat militernya untuk menjadi seorang Panglima perang yang tergolong kejam dan kecanduan opium. Kecanduan ini membuatnya mengalami kesulitan selama beberapa tahun hingga 1922.

Setelah berhasil keluar dari jeratan narkotika, Zhu pergi ke Eropa dan belajar taktik-taktik yang digunakan Jerman selama Perang Dunia 1. Dari Jerman, ia pergi ke Uni Soviet, di mana ia belajar doktrin militer Soviet dan Marxisme.

Selama periode inilah Zhu bergabung dengan Partai Komunis Tiongkok (PKC) dan ketika kembali ke Tiongkok, ia bertemu dengan Mao Zedong. Keduanya bekerja sama dengan baik, di mana Mao unggul sebagai ahli strategi dan intelektual, sementara Zhu menggunakan keahlian militernya untuk perjuangan mereka. Mereka bersama-sama menjalankan taktik gerilya yang akhirnya membawa kemenangan PKC setelah Perang Dunia 2.

Setelah kemenangan PKC, Zhu menjadi pejabat tinggi di dalam partai dan komandan Tentara Pembebasan Rakyat (TPR) Tiongkok. Dalam peran terakhir ini, Zhu memimpin operasi besar-besaran TPR Tiongkok ke semenanjung Korea selama Perang Korea. Setelah konflik tersebut, ia menjadi salah satu dari sepuluh marsekal di TPR, di mana ia dianggap sebagai pendiri TPR.

Namun, pada tahun 1969 selama Revolusi Kebudayaan, Zhu diberhentikan dari posisinya dan diasingkan ke Guangdong. Meski begitu, hal ini tidak bertahan lama. Pada tahun 1973, Revolusi Kebudayaan mulai mereda, dan Mao mengembalikan Zhu ke Beijing, mengangkatnya menjadi kepala negara pada tahun 1975. Zhu menjabat sebagai kepala negara selama satu tahun, hingga kematiannya pada tahun 1976.

Selain itu, Zhu dikenal atas kontribusinya pada teori perang gerilya Tiongkok, yang digambarkan sangat berpengaruh dan diikuti oleh banyak gerakan gerilya hingga saat ini.

Source link