Pilihan dan Perjuangan yang Sulit bagi Kita

by -25 Views

Selama 20 tahun terakhir dalam perjalanan politik, saya telah mengemban pesan yang serupa dengan yang terdapat dalam buku ini. Dalam perjalanan tersebut, saya sering kali dihadapi dengan upaya dari lawan-lawan politik untuk mendiskreditkan saya. Saya digambarkan sebagai sosok yang haus akan kekuasaan, yang nafsu berkuasa, dan bahkan dicap sebagai sosok yang suka menggunakan kekerasan. Namun, saya telah membuktikan bahwa selama bertahun-tahun, saya selalu mengutamakan jalan damai.

Sebagai seorang mantan prajurit yang memahami perang, saya telah menyaksikan sendiri dampak buruk perang serta kehilangan para pasukan di medan pertempuran. Saya, yang harus menyampaikan kabar duka kepada keluarga mereka, menyadari akan pentingnya menempuh jalan damai. Fitnah-fitnah yang dilemparkan kepada saya sungguh keji, misalnya tuduhan bahwa saya ingin menutup semua gereja di Republik Indonesia, padahal sebagian dari keluarga saya beragama Kristen.

Saya merupakan seorang mantan prajurit TNI yang bersumpah untuk membela seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang suku, agama, ras. Saya telah mempertaruhkan nyawa saya dan banyak anak buah saya dari berbagai suku dan agama di bawah komando saya. Oleh karena itu, saya dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Fitnah lainnya juga mencatut bahwa saya anti etnis Tionghoa, padahal saya selalu membela semua kelompok minoritas.

Dalam masa-masa sulit ini, saya selalu meminta kepada para pendukung dan sahabat untuk tetap tenang. Kita harus tetap menyikapi fitnah dengan bijak dan tidak terprovokasi. Saya juga mengajak untuk bersama-sama memilih jalan kebenaran dan tidak menyerah kepada kecurangan dan ketidakadilan.

Saya percaya bahwa kebersamaan dan kekuatan intelektual bangsa Indonesia merupakan kunci untuk membangun masa depan yang lebih baik. Meskipun banyak yang mengatakan hal-hal pahit, saya tetap bersemangat dan optimis bahwa kita mampu bersatu dan mengatasi segala tantangan. Dukungan riil dan konkret dari masyarakat sangat saya perlukan dalam memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia.

Saya percaya bahwa rakyat Indonesia memiliki cita-cita yang luhur, harga diri yang tinggi, dan tidak mudah untuk direnggut. Kita harus bersatu dan memimpin dengan kebijakan yang baik untuk menjamin keselamatan kekayaan bangsa kita. Kita harus menolak menjadi budak dan memperjuangkan martabat kita sebagai bangsa yang terhormat. Oleh karena itu, saya mengajak saudara-saudara yang membaca buku ini untuk berani memimpin dan bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik untuk Indonesia.