Israel Meninggalkan Bayi-Bayi Prematur Palestina di RS Anak Gaza Hingga Membusuk: Tindakan yang Biadab

by -99 Views

Kamis, 30 November 2023 – 08:20 WIB

VIVA Dunia – Kejahatan-kejahatan tentara Israel semakin sering terungkap dan dunia bisa melihatnya. Namun yang satu ini tampaknya sudah sangat kelewatan.

Baca Juga :
Masih Ramai Boikot, Pakar: Bukan Menolong Malah Menimbulkan Masalah

Sebuah video mengungkapkan kejahatan baru yang dilakukan oleh tentara pendudukan Israel, setelah mereka memaksa staf medis Rumah Sakit Anak Al-Nasr di Gaza untuk mengevakuasi diri tanpa bisa membawa lima bayi prematur Palestina yang tengah dirawat. Kelima bayi tersebut ditemukan “mati dan dalam kondisi membusek” di Rumah Sakit Al-Nasr setelah sendirian selama tiga minggu, yang mungkin merupakan eksekusi yang mengerikan dan kejahatan terhadap kemanusiaan, melansir laporan Middle Eye Monitor, Kamis, 30 November 2023.

Baca Juga :
Salut! 13 Ribu Karyawan Patungan Buat Bantu Palestina

Euro-Med Human Rights Monitor, mengutip Direktur rumah sakit Dr Mustafa Al-Kahlot, mengatakan bahwa dia telah mengirimkan permohonan kepada organisasi internasional, termasuk Palang Merah, untuk menyelamatkan nyawa bayi-bayi tersebut, namun “dia tidak menerima satu pun tanggapan tanggapan.”

Al-Kahlot menyatakan bahwa dia memberi tahu perwira tentara pendudukan Israel (IDF), yang memperingatkan mereka tentang evakuasi terakhir, tentang kondisi lima bayi prematur yang harus menggunakan alat bantu pernapasan dan bahwa mereka tidak dapat dipindahkan. Tentara tersebut berkata bahwa dia mengerti dan akan mengurus hal itu. Karena kurangnya respon dan kurangnya peralatan khusus untuk menyelamatkan nyawa mereka selama evakuasi, para dokter terpaksa meninggalkan bayi-bayi mungil itu di dalam rumah sakit dengan janji petugas Israel untuk merawat mereka. Namun sedihnya, bayi-bayi tak berdosa tersebut dibiarkan mati, dengan pelan dan sendirian di dalam rumah sakit.

Dokter Mona Youssef menggambarkan bagaimana rumah sakit tersebut menjadi sasaran serangan artileri dan tembakan dahsyat beberapa kali sebelum tim medis terpaksa mengevakuasi lokasi tersebut bersama pasien mereka pada 10 November. Rumah sakit tersebut saat itu telah dikepung oleh kendaraan militer Israel.